BPD Kertarahayu: Pengusaha Galian Pasir Tak Hiraukan Pemerintah

BPD  Kertarahayu: Pengusaha Galian Pasir Tak Hiraukan Pemerintah

SETU – Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Kertarahayu, Kecamatan Setu menyayangkan sikap pengusaha galian pasir yang tidak mengindahkan peringatan pemerintah untuk tidak melakukan aktivitas galian pasir ilegal.

Ketua BPD Kertarahayu, Dedi mengaku sudah mendapatkan laporan dari masyarakat mengenai adanya aktifitas galian pasir ilegal. Ia menegaskan menolak aktifitas itu karena berpotensi lingkungan.

“Masyarakat sudah ada yang melapor, dan kita akan berkomunikasi dengan pemdes serta perangkat RW. Ini artinya pengusaha sudah tidak mengindahkan pemerintah,”kata dia.

Dedi menjelaskan kedatangan Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum sudah tegas meminta tidak boleh ada aktifitas galian,”Itu kan sudah dijelas dilarang,”katanya.

Aktifitas galian pasir itu berdasarkan pantauan menggunakan alat berat. Menurut Dedi dampak galian c yang ada di Kertarahayu sangat terasa, “Sekarang jalan sudah mulai rusak, debu dan banyak kecelakaan,”ujar dia.

Dedi menegaskan BPD tidak pernah memberikan persetujuan akan adanya aktifitas itu,”Tidak ada yang memberikan ijin,”tuturnya.

Sebelumnya diungkapkan Aktivis Lingkungan Abdul Rohman, pengusaha galian pasir membuka titik baru di RT 02 RW 07 Kampung Nawit Kertarahayu,”Kami sudah cek dan memang membuka titik baru, kemarin di Sungai Cigelam sekarang di Kampung Nawit,”kata Aktivis Lingkungan, Abdul Rohman.

Ia mengatakan aktivitas pertambangan ilegal berpotensi merusak lingkungan dan harus ditindak tegas,”Pengusaha ini kan berani membuka karena tidak ada sanksi tegas. Kami meminta aparat terkait untuk dapat tegas,”tuturnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here