Tingkatkan Imun Tubuh untuk Terhindar Paparan Covid-19

Tingkatkan Imun Tubuh untuk Terhindar Paparan Covid-19
Foto: Ilustrasi imun tubuh

Liputanbekasi.com – Pandemi Covid-19 belum juga berakhir, kasus positif covid semakin hari semakin bertambah. Masyarakat harus terus meningkatkan kewaspadaan dan secara ketat mematuhi protokol Covid-19.

Selain protokol covid yang harus kita lakukan adalah meningkatkan imun tubuh. Mengutip The Guardian, menurut Profesor Imunologi di University of Manchester, Sheena Cruickshank, untuk mengetahui cara merawat sistem imun, harus memahami dulu kekuatan imun.

“Ketika Anda bersentuhan dengan kuman yang belum pernah dikenali tubuh sebelumnya, Anda memiliki berbagai penghalang untuk mencoba menghentikannya masuk ke tubuh anda,” kata Sheena.

Adapun contoh-contoh penghalang tersebut adalah kulit, ingus, dan mikrobiome.

Sementara, di bawahnya, tubuh kita dipenuhi oleh sel-sel epitel yang sangat sulit untuk dilalui.

Mereka memproduksi antimikroba termasuk yang relevan dengan virus corona, yaitu senyawa antivirus yang berlawanan.

Bila patogen mampu melewati pertahanan ini, ia harus bisa melawan sel darah putih atau sel kekebalan tubuh.

Sel-sel tersebut akan menghadapi virus tanpa disadari. Sistem ini juga merupakan dasar dari vaksinasi. Namun demikian, menurut Sheena, sistem imun memiliki titik buta.

Artinya, respons imun tidak dapat mengenali virus atau kuman tertentu. Akan tetapi, Sheena menyebut bahwa gaya hidup yang sehat akan memastikan pertahanan tubuh dapat melawan virus-virus asing ini.

Selain itu, berikut adalah sejumlah tips yang dapat dilakukan untuk meningkatkan daya tahan tubuh atau sistem imun ini:

1. Mengonsumsi makanan tinggi serat

“Kita hidup dalam hubungan simbiotik dengan bakteri usus kita,” kata Presiden British Society for Immunologi dan Profesor di University of College, London, Arne Akbar.
Mikroba tidak hanya membentuk pelindung tubuh, tetapi juga program sistem imun. Hewan hasil perkembangbiakan yang tidak mempunyai mikrobioma cenderung memiliki respons imun yang berkembang dengan kurang baik.

Sementara, orang dengan usia lanjut dan memiliki penyakit yang ditandai peradangan seperti alergi, asma, atau diabetes, cenderung memiliki mikrobioma usus yang kurang bervariasi.

Oleh karena itu, Sheena merekomendasikan pengonsumsian makanan yang bervariasi dengan serat tinggi. Sebab, semakin banyak makanan nabati yang dikonsumsi, akan semakin baik.

“Mikrobioma sangat menyukai serat, kacang-kacangan, dan makanan fermentasi,” tambahnya.

2. Menghindari paparan sinar UV

Mikroba kulit pun amat penting, namun sedikit yang tau. paparan sinar iltraviolet yang intensif bisa berdampak buruk, yaitu melemahnya fungsi perlindungan.

Mencuci dengan sabun dengan terlalu kuat dan menggunakan produk antibakteri pun tidak bersahabat dengan mikrobioma kulit.

“Kombinasi parfum dan pelembab mungkin juga memiliki efek,” ucap Sheena.

3. Berolahraga

Supaya tubuh bugar menyeluruh, kesehatan fisik patut diperhatikan.

“Sel darah putih dapat menjadi tidak aktif. Namun, olahraga dapat memobilisasi mereka dan meningkatkan aliran darah Anda sehingga mereka dapat melakukan pekerjaan pengawasan mereka untuk mencari hingga menghancurkan virus atau benda asing di bagian tubuh lainnya,” kata Akbar.

Misalnya, adalah melakukan olahraga setiap hari setidaknya 150 menit dalam satu minggu untuk kegiatan aerobik moderat (hiking, berkebun, bersepeda) atau 75 menit aktivitas bertenaga (berlari, berenang cepat, kelas aerobik), sesuai kemampuan masing-masing.

Sementara, untuk orang yang lebih tua dan lebih rentan infeksi, olahraga apa pun yang mungkin dilakukan sangat dianjutkan.

4. Hindari minum alkohol

“Beberapa penelitian menyebutkan sistem pertahanan tubuh menjadi tidak efektif pada orang yang mengonsumsi alkohol,” ucap Sheena.

Selain itu, mengkonsumsi alkohol tinggi bisa membuat pengurangan limfosit. Jadi, ketika virus menyerang, sistem imun akan menjadi tidak bisa menahan dan melawan.

5. Tidur cukup

Berolahraga dan makan sehat dapat membantu seseorang untuk tidur lebih baik. Sebuah studi menunjukkan bahwa kurang tidur dapat mengganggu kemampuan melawan penyakit dari jenis limfosit yang disebut sebagai sel T.

Penelitian tersebut menjelaskan pentingnya bioritme alami secara keseluruhan.

“Jika anda memiliki pola tidur teratur, anda memiliki ritme tubuh dan semuanya baik-baik saja,” jelas Akbar.

(pam/lb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here